MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
UNSUR
UNSUR YANG MEMBANGUN MANUSIA
Ada
dua pandangan yang dapat dijadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur
yang membangun manusia :
Manusia
terdiri dari 4 unsur yang saling terkait yaitu :
Jasad
: badan kasar manusia yang tampak dari luar, dapat diraba dan menempati ruang
Hayat:
mengandung unsur hidup yang ditandai gerak
Ruh:
bimbingan tuhan yang bekerja secara spiritual yang memahami kebenaran
Nafs
:kesadaran tentang diri sendiri
Manusia sebagai suatu kepribadian
memiliki 4 unsur, yaitu :
Id
: merupakan struktur kepribadian yang paling primitive dan paling tidak tampak.
Merupakan libido murni, atau energy psikis yang menunjukkan ciri
alami yang irrasional
Ego
: bagian yang pertama kali dibedakan dengan ID, disebut kepribadian
eksekutif karena peranannya dalam menghubungkan energy Id ke dalam saluran
social yang dapat dimengerti orang lain
Super
Ego : kepribadian yang muncul paling akhir sekitar usia 5 tahun. Super ego
terbentuk dari lingkungan ekternal. Super ego merupakan kesatuan standar moral
yang diterima ego dari sejumlah agen yang mempunyai otoritas dalam lingkungan
luar diri
HAKIKAT
MANUSIA
Hakikat manusia terdiri atas :
1.
Monodualis susunan kodrat manusia yang
terdiri dari aspek keragaan, meliputi wujud materi argonasis benda mati, vegetative,
dan animalis, serta aspek kejiwaan meliputi cipta, rasa, dan karsa.
2.
Monodualis sifat kodrat manusia terdiri
atas segi individu dan segi sosial.
3.
Monodualis kedudukan kodrat meliputi segi
keberadaan manusia sebagai makhluk yang berkepribadian merdeka(berdiri sendiri)
sekaligus juga menunjukkan keterbatasannya sabagai makhluk Tuhan.
Monodunalis yaitu manusia
sebagai makhluk individu dan sosial.
PERBEDAAN
MANUSIA DENGAN MAKHLUK LAIN
Menurut Sarlito Wirawan Sarwono
(1983) dalam buku penghantar umum psikologi, ciri-ciri manusia yang membedakan
dengan makluk lain adalah
1.
Kepekaan sosial
Artinya
kemampuan manusia untuk dapat menyesuaikan perilakunya sesuai dengan harapan
dan pandangan oranglain.
2.
Kelangsungan perilaku
Artinya
antara perilaku satu ada kaitannya dengan perilaku yang lain, perilaku sekarang
adalah kelanjutan perilaku yang baru lalu dan seterusnya dalam kata lain bahwa
perilaku manusia terjadi secara kesinambungan bukan secara serta merta.
3.
Orientasi pada tugas
Artinya
bahwa setiap perilaku manusia selalu memili orientasi pada suatu tugas
tertentu. Orientasi adalah untuk dapat menguasai ilmu pengetahuan tertentu.
4.
Usaha dan Perjuangan
Usaha
dan Perjuangan Pada manusia telah dipilih dan ditentukan sendiri, serta tidak
akan memperjuangkan sesuatu yang memang tidak ingin diperjuangkan.
5.
Tiap-tiap individu manusia adalah unik
Mengandung
arti bahwa manusia yang satu berbeda dengan manusia yang lain dan tidak ada dua
manusia yang sama persis dimuka bumi ini, walaupun ia dilahirkan kembar.
KEPRIBADIAN
BANGSA TIMUR
Bangsa
timur identik menjunjung nilai kesopanan yang lebih tinggi dibanding budaya
barat :
Inilah
faktor utama yang membuat bangsa timur khususnya Indonesia menjadi bangsa yang
berkesan di mata orang asing yang berkunjung ke Indonesia karena faktor inilah
yang seolah-olah membuat kesan yang tidak terlupakan .Jika dibandingkan budaya
barat bangsa timur dapat dikatakan lebih unggul darinya karena budaya barat
cenderung kurang dalam menjunjung nilai kesopanan.
Bangsa timur lebih terbuka dan ramah tamah terhadap bangsa
atau negara lain :
Ini
adalah faktor kedua yang menyebabkan bangsa kita ini adalah bangsa yang paling
digemari bangsa asing sebagai tujuan wisata karena dengan sifat masyarakat
Indonesia yang terbuka dan ramah baik kepada sesama maupun kepada bangsa asing
membuat bangsa asing tidak takut untuk bercengkrama meskipun bangsa asing
tersebut belum pernah mengenal sebelumnya.
Bangsa
timur juga amat peduli dengan orang lain :
Faktor
ketiga ini sudah mendarah daging bagi masyarakat bangsa timur , peduli kepada
sesama merupakan sebuah keharusan yang tidak bisa ditinggalkan . Bangsa timur
bahkan tidak pandang bulu dalam memberikan simpati dan kepedulian , orang asing
yang belum dikenalpun akan dibantu selama ia bisa membantunya , Hal ini sanagat
jauh berbeda dengan kepribadian bangsa barat yang bersifat liberal serta lebih
individualis dan egois dalam kehidupan bermasyarakat.
BAGAN
PSIKO-SOSIOGRAM MANUSIA
Penjelasan:
• Nomor 7 dan nomor 6 disebut daerah tak sadar dan sub sadar. Kedua lingkaran
itu berada di daerah pedalaman dari alam jiwa individu dan terdiri dari bahan
pikiran dan gagasan yang telah terdesak ke dalam, sehingga tidak disadari lagi
oleh individu yang bersangkutan. Contohnya : impian atau cita-cita yang
diinginkan
• Nomor 5 disebut kesadaran yang tak dinyatakan (unexpressed conscious).
Lingkaran itu terdiri dari pikiran-pikiran dan gagasan-gagasan yang disadari
oleh si individu yang bersangkutan, tetapi siapapun juga dalam lingkarannya.
Hal itu disebabkan ada kemungkinan,bahwa:
* Ia takut salah dan takut dimarahi orang apabila ia menyatakannya, atau
karena ia punya maksud jahat.
* Ia sungkan menyatakannya, atau karena belum yakin bahwa ia akan
mendapat respons dan pengertian yang baik dari sesamanya, atau takut bahwa
walaupun siberi respons, respons itu sebenarnya tak diberikan dengan hati yang
ikhlas atau juga karena ia takut ditolak mentah-mentah.
* Ia malu karena takut ditertawakan, atau karena ada perasaan bersalah
yang mendalam.
* Ia tidak bisa menemukan kata-kata atau perumusan yang cocok untuk
menyatakan gagasan yang bersangkutan tadi kepada sesamanya.
• Nomor 4 disebut kesadaran yang dinyatakan (expressed conscious). Lingkaran
ini di dalam alam jiwa manusia mengandung pikiran-pikiran, gagasan-gagasan, dan
perasaan-perasaan yang dapat dinyatakan secara terbuka oleh si individu kepada
sesamanya, yang dengan mudah diterima dan dijawab oleh sesamanya.
• Nomor 3 disebut limgkaran hubungan karib, mengandung konsepsi tentang orang-orang,
binatang-binatang, atau benda-benda yang oleh si individu diajak bergaul secara
mesra dan karib, yang bisa dipakai sebagai tempat berlindung dan tempat
mencurahkan isi hati apabila ia sedang terkena tekananbatin atau dikejar-kejar
oleh kesedihan dan oleh masalah-masalah hidup yang menyulitkan.
• Nomor 2 disebut lingkaran hubungan berguna, tidak lagi ditandai oleh sikap
sayang dan mesra, melainkan ditentukan oleh fungsi kegunaan dari orang,
binatang atau benda-benda itu bagi dirinya.
• Nomor 1 disebut lingkaran hubungan jarak jauh, terdiri dari pikiran dan sikap
dalam alam jiwa manusia tentang manusia, benda-benda, alat-alat, pengetahuan
dan adat yang ada dalam kebudayaan dan masyarakat sendiri, tetapi yang jarang
sekali mempunyai arti dan pengaruh langsung terhadap kehidupan sehari-hari.
Contohnya : ketika seorang pedagang melihat berita tentang DPR akan mengadakan
rapat.
• Nomor 0 disebut lingkaran dunia luar, terdiri dari pikiran-pikiran dan
anggapan-anggapan yang hampir sama dengan lingkaran nomor 1, hanya bedanya
terdiri dari pikiran-pikiran dan anggapan-anggapan tentang orang dan hal yang
terletak di luar masyarakat dan negara Indonesia, dan ditanggapi oleh individu
bersangkutan dengan sikap masa bodoh.
Contohnya : anggapan pelajar indonesia yang tak pernah ke luar negeri tentang
jepang.
DEFINISI
KEBUDAYAAN
Kata
budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal
yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Dalam
bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang
berasal dari bahasa latin yakni colere, yang
berarti mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah
atau bertani. Kata culture ini
terkadang juga diterjemahkan sebagai “kultur” dalam konsep bahasa Indonesia.
Arti kebudayaan bisa didefinisikan
sebagai sebuah hasil cipta, rasa dan karsa manusia dalam memenuhi kebutuhan
hidupnya yang kompleks yang mencakup pengetahuan, keyakinan, seni, susila,
hukum adat serta setiap kecakapan, dan kebiasaan.
TOKOH-TOKOH
KEBUDAYAAN
1. Ki
Nartosabdo
Lahir di Klaten, 25 Agustus 1925
meninggal di Semarang, 7 Oktober 1985 pada umur 60 tahun) adalah
seorang seniman musik dan dalang wayang kulit legendaris dari Jawa Tengah,
Indonesia. Salah satu dalang ternama saat ini, yaitu Ki Manteb
Soedharsono mengakui bahwa Ki Nartosabdo
adalah dalang wayang kulit terbaik
yang pernah dimiliki Indonesia dan belum tergantikan sampai saat ini.Nama asli
Ki Nartosabdo adalah Soenarto. Merupakan putra seorang perajin sarung keris
bernama Partinoyo. Pada tahun 1945 Soenarto berkenalan dengan pendiri grup
Wayang Orang Ngesti Pandowo, yaitu Ki Sastrosabdo. Sejak itu ia mulai mengenal
dunia pedalangan di mana Ki Sastrosabdo sebagai gurunya. Bahkan karena
jasa-jasanya membuat banyak kreasi baru bagi grup tersebut, Soenarto memperoleh
gelar tambahan "Sabdo" di belakang nama aslinya. Gelar itu
diterimanya pada tahun 1948, sehingga sejak saat itu namanya berubah menjadi
Nartosabdo.
2. Ruth
Benedict
Ruth Benedict adalah
seorang antropolog budaya terkenal dari Amerika.Antropolog ini lahir pada
tanggal 5 Juni 1877 di New York City.Dia adalah seorang murid franz boaz, orang
yang mempengaruhi ideologinya dalam melakukan pekerjaannya.Karya Benedict
paling terkenal adalah Patterns of Culture (1934) dimana dia menyatakan bahwa
setiap kebudayaan berasal dari potensi manusia selama periode waktu
tertentu.Dia dikenang sebagai salah satu pelopor penerapan antropologi dalam
mempelajari aspek masyarakat maju.Karya penting lainnya termasuk Zuni Mithology
(1935), Race: Science and Politics (1940), dan The Chrysanthemum and the Sword:
Patterns of Japanese Culture (1946).
3. Ralph Linton
Ralph Linton merupakan salah satu
antropolog budaya terkenal. Linton lahir pada tanggal 27 Februari 1893 di
Philadelphia.Dia memulai karirnya sebagai seorang arkeolog dan melakukan
penelitian yang luas terhadap etnografi berbagai daerah, termasuk
Madagaskar.The Tanala, a Hill Tribe of Madagascar diterbitkan Linton pada tahun
1933 setelah dia menerima gelar doktor.Dia menguraikan perbedaan antara status
dan peran yang merupakan salah satu penunjuk utama dalam antropologi.Karya
Linton yang paling terkenal termasuk The Study of Man (1936) dan The Tree of
Culture (1955).
TUJUH
UNSUR KEBUDAYAAN UNIVERSAL
1.
Bahasa
Suatu
pengucapan yang indah dalam elemen kebudayaan dan sekaligus menjadi alat
perantara yang utama bagi manusia untuk meneruskan atau mengadaptasikan kebudayaan.
Ada dua bentuk bahasa yaitu lisan dan tulisan.
2.
Sistem Pengetahuan
Unsur
ini berkisar pada pengetahuan tentang kondisi alam sekelilingnya dan
sifat-sifat peralatan yang dipakainya. Sistem pengetahuan meliputi ruang
pengetahuan tentang alam sekitar, flora dan fauna, waktu, ruang dan bilangan,
sifat-sifat dan tingkah laku sesama manusia, tubuh manusia.
3. Sistem
Kemasyarakatan atau Organisasi
Dimaknai sebagai
sekelompok masyarakat yang anggotanya merasa satu dengan sesamanya. Organisasi
sosial meliputi: kekerabatan, asosiasi dan perkumpulan, sistem kenegaraan,
sistem kesatuan hidup, perkumpulan.
4. Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi
Teknologi di sini
dimaknai sebagai jumlah keseluruhan teknik yang dimiliki oleh para anggota
suatu masyarakat, meliputi keseluruhan cara bertindak dan berbuat dalam
hubungannya dengan pengumpulan bahan-bahan mentah, pemrosesan bahan-bahan itu
untuk dibuat menjadi alat kerja, penyimpanan, pakaian, perumahan, alat
transportasi dan kebutuhan lain yang berupa benda material. Unsur teknologi
yang paling menonjol adalah kebudayaan fisik yang meliputi, alat-alat produksi,
senjata, wadah, makanan dan minuman, pakaian dan perhiasan, tempat berlindung
dan perumahan serta alat-alat transportasi.
5. Sistem Mata Pencaharian Hidup
Ini merupakan segala
usaha manusia untuk mendapatkan barang dan jasa yang dibutuhkan. Sistem ekonomi
ini meliputi, berburu dan mengumpulkan makanan, bercocok tanam, peternakan,
perikanan, dan perdagangan.
6. Sistem Religi
Perpaduan antara
keyakinan dan praktek keagamaan yang berhubungan dengan hal-hal suci dan tidak
terjangkau oleh akal. Sistem ini meliputi, sistem kepercayaan, sistem nilai dan
pandangan hidup, komunikasi keagamaan, dan upacara keagamaan.
7. Kesenian
Kesenian dapat dimaknai sebagai
segala hasrat manusia terhadap keindahan. Bentuk keindahan yang beraneka ragam
itu timbul dari imajinasi kreatif yang dapat memberikan kepuasan batin bagi
manusia. Pemetaan bentuk kesenian dapat terbagi menjadi tiga garis besar,
yaitu; seni rupa, seni suara dan seni tari.
PERBEDAAN KEBUDAYAAN DALAM DUA BENTUK WUJUD
1. Kebudayaan Materi
Kebudayaan materi terdiri
atas benda-benda hasil karya dari suatu kebudayaan yang meliputi segala sesuatu
yang diciptakan dan digunakan oleh manusia dan mempunyai bentuk yang dapat
dilihat dan diraba yang memiliki nilai lisan.
2. Kebudayaan Non Materi
Kebudayaan non materi terdiri dari
kata-kata yang dipergunakan orang, hasil pemikiran adat istiadat, keyakinan,
dan kebiasaan yang diikuti anggota masyarakat. Norma-norma dan adat istiadat.
3 WUJUD KEBUDAYAAN MENURUT DIMENSI WAKTU
1.
Wujud kebudayaan sebagai
suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai, norma-norma, dan peraturan.
Wujud pertama adalah wujud ideal dari kebudayaan,sifatnya
abstrak, tidak dapat diraba atau difoto. Isi atau substansinya yaitu
pengetahuan, nilai-nilai, etos, pandangan hidup, kepercayaan, persepsi dsb.
Lokasinya ada didalam alam fikiran warga masyarakat dimana kebudayaan tersebut
hidup. Gagasan bukan berada lepas satu dari yang lain, melainkan selalu
berkaitan menjadi system. Ahli antropologi dan sosiologi menyebut dengan system
budaya (Cultural System) dalam bahasa Indonesia disebut adat, atau adat
istiadat.
2.
Wujud kebudayaan sebagai
kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat.
Wujud kedua dari kebudayaan disebut sebagai system sosial
(Social System). Wujudnya adalah berbagai tindakan berpola dari manusia, yaitu
aktivitas manusia yang saling berhubungan, berinteraksi serta bergaul dengan
lainnya dari waktu ke waktu yang mengikuti pola tertentu yang berdasarkan tata
kelakuan atau adat istiadat bersifat konkret dapat diobservasi, difoto, dan
didokumentasikan.
3.
Wujud kebudayaan sebagai
benda benda hasil karya manusia
Wujud ke tiga dari kebudayaan disebut kebudayaan fisik,
berupa keseluruhan hasil fisik dari aktivitas, perbuatan dan karya semua
manusia dalam masyarakat. Sifatnya paling konkret, karena berupa benda-benda
atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat ataupun difoto,contoh: pabrik
baja,menara, kain batik, kancing baju dll.
LIMA MASALAH POKOK KEHIDUPAN MANUSIA DALAM SYSTEM NILAI
BUDAYA
1.
Hakekat hidup manusia.
Masyarakat dipengaruhi oleh
kebudayaan- kebudayaan dalam memahami arti dari hidup. Sebagai contoh, dalam
Buddha, hidup itu buruk dan manusia harus mencapai Nirvana. Hal ini
mempengaruhi pola pikir masyarakat dalam menjalani kehidupannya. Namun, banyak
kebudayaan yang menganggap hidup itu baik. Jadi, variasi budaya mempengaruhi
pemikiran-pemikiran manusia.
2.
Hakekat karya manusia.
Ada
beberapa yang menganggap kerja adalah sesuatu yang harus dilakukan untuk
bertahan didalam kehidupan (survival). Namun, ada yang bekerja untuk
mendapatkan pangkat, jabatan, bahkan ada yang berpikir bekerja untuk
meninggalkan prestasi. Bukan harta yang dicari, namun status sosial yang
dimiliki setiap individu.
3.
Hakekat waktu manusia
Masalah
ini memiliki fokus dalam waktu. Ada budaya yang harus menganggap penting masa
lampau, ada yang memperhatikan masa kini adalah yang terpenting sebuah tujuan
perjuangannya, dan ada budaya yang melihat jauh ke depan. Hal ini mempengaruhi
masyarakat dalam menentukan perencanaan hidupnya dikarenakan perbedaan pendapat
dalam pemahaman dimensi waktu.
4.
Hakekat alam manusia.
Masalah
ini menyangkut kepercayaan bahwa alam itu dahsyat dan mengenai kehidupan
manusia. Sebaiknya ada yang menganggap alam sebagai anugerah Tuhan Yang Maha
Esa untuk di kuasai manusia. Akan tetapi, ada juga kebudayaan ingin mencari
harmoni dan keselarasan dalam alam. Cara pandang ini akan berpengaruh terhadap
pola aktivitas masyarakatnya.
5.
Hakekat hubungan manusia.
Masalah
yang ke lima menyangkut tentang interaksi antar manusia. Banyak kebudayaan
hubungan ini tampak dalam bentuk orientasi berfikir, cara bermusyawarah,
mengambil keputusan dan bertindak. Ada budaya yang menganggap kedudukan secara
horizontal, dimana cenderung memikirkan hak asasi manusia. Sedangkan ada budaya
yang menganggap kedudukan secara vertikal, dimana terciptanya pengembangan
orientasi keatas (senioritas).
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DITERIMA ATAU TIDAKNYA SUATU
UNSUR KEBUDAYAAN BARU.
1.
Terbatasnya masyarakat
memiliki hubungan atau kontak dengan kebudayaan dan dengan orang-orang yang berasal
dari luar masyarakat tersebut. Sebuah masyarakat yang terbuka bagi hubungan-hubungan
dengan orang yang beraneka ragam kebudayaannya cenderung menghasilkan warga
masyarakat yang bersikap terbuka terhadap unusr-unsur kebudayaan asing.
2.
Jika pandangan hidup dan
nilai yang mendominan daalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai agama.
Suatu unsut kebudayaan baru akan dapat diterima jika unsur kebudayan baru
tersebut tidak bertentangan dengan ajaran agama yang berlaku dan karenanya
tidak akan merusak pranata-pranata yang sudah ada.
3.
Corak struktur sosial
suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayan baru. Misalnya sistem
otoriter akan sukar menerima unsur kebudayaan baru kecuali unsur kebudayaan
baru tadi secara langsung atau tidak langsung dirasakan oleh rezim yang
berkuasa sebagai sesuatu yang menguntungkan mereka.
4.
Suatu unsur kebudayaan
diterima jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan
bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru tersebut.
5.
Apabila unusr yang baru
itu memiliki skala kegiatan yang terbatas dan dapat dengan mudah dibuktikan
kebenarannya oleh warga masyarakat yang bersangkuta. Di bandingkan dengan sesuatu
kebudayan yang mempunyai skala luas dan yang sukar secara konkrit dibuktikan
kegunaannya.
PENYEBAB TERJADINYA GERAK ATAU PERUBAHAN KEBUDAYAAN
Budaya Merupakan sesuatu yang tidak statis, tetapi dinamis.
Maksudnya Budaya dapat berubah seiring perkembangan zaman yang ada. Namu, tidak
semua unsur-unsur yang ada di dalam budaya tersebut berubah.
Budaya
tersebut dapat berubah secara perlahan maupun secara tiba-tiba. Tergantung
seberapa lama dan seberapa kuat budaya tersebut. Hal-hal yang menyebabkan suatu
budaya berubah atau goyah dari budaya aslinya adalah, pertama, sebab budaya
berubah bisa dari masyarakat dan kebudayaan itu sendiri. Seperti perubahan
jumlah dan komposisi penduduk.
Sebab
kedua terjadinya perubahan di dalam budaya adalah oleh perubahan lingkungan
alam dan lingkungan fisik tempat budaya itu berada. Masyarakat yang hidupnya
terbuka, yang berada di dalam jalur-jalur hubungan dengan masyarakat dan
kebudayaan lain, cenderung berubah lebih cepat.
Perubahan
ini selain karena jumlah penduduk dan komposisinya, juga karena adanya difusi
kebudayaan, penemuan-penemuan baru khususnya di bidang teknologi dan inovasi.
Selain itu proses akulturasi di dalam sejarah kebudayaan yang terjadi pada masa
silam juga bisa mempengaruhi terjadinya perubahan budaya. Oleh sebab itu proses
akulturasi bisa berdampak positif dan juga negaatif di dalam suatu kebudayaan,
khususnya dalam perubahan budaya itu sendiri.
HUBUNGAN ANTARA MANUSIA DAN
KEBUDAYAAN
hubungan manusia dengan kebudayaan adalah
kebudayaan merupakan hasil dari ide, gagasan dan pemikiran baik nyata ataupunabstrak
dan juga rancangan hidup masa depan. Sehingga dapat diartikan pula bahwasemakin
tinggi tingkat kebudayaan manusia, semakin tinggi pula tingkat pemikirian setiap
manusia. kebudayaan itu sendiri digunakan untuk melangsungkan kehidupan bermasyarakat antar manusia
karena sifat manusia yaitu makhluk sosial yaitu manusia tidak dapat
hidup sendiri melainkan harus hidup dengan manusia lainnya.
CONTOH TENTANG HUBUNGAN ANTARA MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
1.
kebudayaan-kebudayaan khusus atas dasar faktor
kedaerahan
contoh adat-istiadat
melamar di Lampung dan Minangkabau. Di Minangkabau biasa nya pihak perempuan yang melamar
sedangkan di Lampung, pihak laki-laki yang melamar.
2.
cara hidup di kota dan di desa yang
berbeda (urban dan rural ways of life)
contoh
perbedaan anak yang dibesarkan di kota dengan seorang anak
yang di besar kan di desa. anak kota bersikap lebih
terbuka dan berani untuk menonjolkan diri di antara
teman-temannya sedangkan seorang anak desa lebih mempunyai sikap percaya
pada diri sendiri dan sikap menilai (sense of value).
3.
kebudayaan-kebudayaan khusus kelas sosial.
Di
masyarakat dapat dijumpai lapisan sosial yang kita kenal, ada lapisan
sosial tinggi, rendah dan menengah.
4.
Kebudayaan khusus atas dasar agama
Adanya
berbagai maslaah di dalam suatu agama pun melahirkan kepribadian yang berbeda
beda di kalangan umatnya.
5.
Kebudayan berdasarkan profesi
Misalnya
kepribadian seorang dokter berdeda dengan kepribadian seorang pengacara dan itu
semua berpengaruh pada suasana kekeluargaan dan cara mereka bergaul.
PENGERTIAN
DIALEKTIS
Dialektika
adalah Ilmu Pengetahuan tentang hukum yang paling umum yang mengatur
perkembangan alam, masyarakat dan pemikiran. Sedangkan metode dialektis berarti
investigasi dan interaksi dengan alam, masyarakat dan pemikiran.
TIGA TAHAP DALAM PROSES DIALEKTIS
1.
Eksternalisasi
Adalah proses pencurahan diri manusia secara terus menerus kedalam
dunia melalui aktivitas fisik dan mentalnya
2.
Tahap Objektivasi
Adalah konsekuensi logis dari tahap eksternalisaasi, artinya
jika dalam tahap ini maniusia sibuk melakukan kegiatan fisik dan mentalnya.
3.
Tahap Internalisasi
Adalah tahapan dimana realitas objektif hasil ciptaan manusia
itu kembali diserap oleh manusia.
DAFTAR
PUSTAKA